RSS

“POLEMIK KENAIKAN HARGA BBM” DALAM TINJAUAN ELITIS POLITIK

BIDANG PTKP
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
Islamic Association Of University Students
KOMISARIAT TARBIYAH  WALISONGO SEMARANG
Office : Graha Bina Insani Lt. 2 Jl. Ringinsari II/06 Ngaliyan Semarang
(Email :hmi_fakta@yahoo.co.id Http//: hmimyinspiration.wordpress.com )

TERM OF REFERENCE (TOR)
DISKUSI  EKSTERNAL DAN LINTAS OKP DI LINGKUNGAN IAIN WALISONGO SEMARANG YANG DISELENGGARAKAN
OLEH HMI KOMISARIAT TARBIYAH
“POLEMIK KENAIKAN HARGA BBM”
(DALAM HEGEMONI, KAPITALISME, ELITIS POLITIK SERTA MAHASISWA SEBAGAI AGEN OF CONTROL SOSIAL)
A. Latar belakang
      Ketika berbicara tentang demokrasi, sering kali kita terbentur pada kenyataan di lapangan. Mengapa setelah melaksanakan demokrasi prosedural, kondisi Indonesia  tak kunjung sembuh? Ini adalah pertanyaan penting ketika mendengar pujian yang dilontarkan  seiring berjalannya praktek pemerintahan di era SBY. Kiranya sudah banyak sekali  diskusi diadakan  utuk mencari jawaban. Maka pertanyaan-pertanyaan penting ini butuh segera jawabannya di saat kita ada pada kegembiraan merayakan pesta “DEMOKRASI” di Indonesia yang banyak mendapat capaian-capaian dahsyat, disamping itu juga pencapaian yang memalukan.
Melihat itu, pemerintah umumnya cenderung menutupi segala problematika baik intern maupun ekstern tentang bagaimana sistematika kebijakan yang ada. Meraka yang dulunya menggembor-gemborkan demokrasi, namun apakah arti dari demokrasi itu. Benarkah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, atau sudah mengalami distorsi orientasi menjadi dari rakyat, oleh golongan dan untuk pribadi. Ini yang sedang kami pertanyakan bagi negeri kami. Kemanakah pertanyaan itu harus kami lontarkan, ketika elitis politik kita sibuk berlomba-lomba mencari muka di paripurna bak remaja yang sibuk mencari perhatia dalam ajang pencarian bakat. Dan isu kenaikan BBM  pada akhirnya menimbulkan drama politik cari muka para elit politik bangsa ini.
Isu kenaikan BBM yang direncanakan pemerintah pada tanggal 1 april yang lalu telah menimbulkan ketegangan dan kepanikan masyarakat. Demo secara sporadis dilakukan di seluruh bagian Indonesia sebagai respon masyarakat atas rencana pemerintah tersebut. Drama kenaikan politik kenaikan harga BBM ini akhirnya berakhir lewat panggung rapat paripurna. Sebagaimana diketahui sehubungan keputusan sidang paripurna DPR RI yang intinya BBM batal naik melainkan hanya dimungkinkan apabila fluktuasi harga 15 persen rata-rata dalam enam bulan. Hasil rapat paripurna tersebut ternyata mampu meredam gejolak yang ada, namun terkait opsi pasal 7 ayat 6a yang menyatakan harga BBm bisa dinaikan kalau harga minyak mentah dunia mencapai 15% dalam rentang 6 bulan. Pasal 7 ayat 6a memang menandakan harga BBm tidak naik per tanggal 1 april, tetapi tidakkah opsi ini memberikan celah untuk pemerintah menaikan harga BBM? Memang sampai saat ini hasil sidang paripurna masih menjadi sebuah teka-teki. Disatu sisi pemerintah yang mengasnamakan rakyat dan keselamatan APBN (yang katanya membengkak 30 Triliun) bersikukuh akan menaikan harga BBM, sedangkan disisi lain pihak opsisi akan melakukan penolakan kenaikan harga BBM yang juga menagtasnamakan rakyat. Keduanya memiliki tujuan yang sama, demi kepentingan rakyat. Namun agaknya bertolak belakang dengan keadaan dilapangan.
Kata kunci pergolakan kepentingan di DPR adalah partai mana yang berjuang membela kepentingan rakyat banyak? Yang menolak kenaikan BBM? Yang hanya main aman? Yang bimbang ikut sana-sini? Yang bingung? Yang membuat rakyat semakin sengsara dengan setuju adanya kenaikan BBM? Dan dari hasil fiting sungguh ironis dan teramat memprihatinkan, partai yang membela kepentingan rakyat banyak kalah suara. Bahkan partai yang digadang akan menjadi garda terdepan penolakan BBM berlomba-lomba walk out. Lalu untuk apa suara mereka? Mungkinkah para elitis negeri ini hanya menjadikan nasib rakyat sebagai lelucon belaka?
Telah banyak sekali argumen dan silanhg pendapat akan rencana pemerintah tersebut di tengah kesenjangan hak politik dan ekonomi rakyat yang memprihatinkan. Drama politik saat ini merupakan realitas nyata akan sebuah pemerintahan yang bobrok. Realitas politik bvangsa kita mencerminkan perang kepentingan dan perang politik dalam isu yang sangat rentan menipu serta menyesatkan rakyat berkat kelihaian aktor politik yang memainkan perannya dengan sangat sempurna. Ibarat panggung teater, panggung depan selalu berbeda dengan panggung belakang. Panggung depan sebagai realitas semu dan penh kepura-puraa sementara panggung belakang adalah keaslian, hakikat tanpa manipulatif. Konteks drama politik kenaikan BBM, terlihat dalam rapat paripurna dan aksen yang ditampilkan partai politik atau elit penguasa. Elit penguasa melakonkan karakter lihai dan cerdas dalam memancing opini publik; menampilkan kesan komunikatif, terlihat sensitif sosial, tetapi realitas yang sebenarnya adalah menggerakkan opini publik, menyeret keberpihakan rakyat kecil demi tujuan jangka panjang.
Karena Bagaimana pun harga BBM, nafas rakyat,tidak bisa seenaknya dinaikkan sementara pemerintah tak pernah berpikir visioner menciptakan sumber energi alternatif dan menyelamatkan cadangan energi kita selama 14 tahun terakhir ini. Lalu para mafia minyak, koruptor di partai, birokrat, yang memakan anggaran kesejahteraan rakyat dibiarkan begitu saja. Rakyat tidak bodoh,rakyat tahu bahwa Kecenderungan yang terlihat dari keinginan penaikan BBM semata-mata karena ketidakmampuan pemerintah keluar dari jebakan intervensi kapitalis asing yang ingin menghapus subsidi dan membiarkan harga BBM berjalan sesuai harga pasar.Untuk itu ditengah Perang politik dan kepentingan dalam arena kenaikan harga BBM menjadi bahan renungan kita sebagai warga Negara bangsa ini untuk menumbuhkan kritisisme sosial dan politik di tengah politik transaksional. Tidak cukup memberikan penilaian dan penjelasan sebatas apa yang terlihat, karena di balik panggung drama kenaikan BBM, ada investasi politik jangka panjang yang sedang di-design para elit politik kita.
Kita harus berfikir kritis. Karena se-awam apapun kita, bila mnyangkut kehidupan kita di masa depan dipertahankan, kita harus mulai bisa mencerna dengan baik. Kenapa tiba-tiba harga BBM tidak jadi dinaikan? Benarkah penundaan kenaikan harga BBM ini benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat? Atau hanya permainan politik yang ada untuk merenmgkuh kemenangan pada pemilu mendatang? Apa sebenarnya arti dibalik polemik BBM ini?
Berangkat dari keperihatinan ini maka bidang PTKP HMI Komisariat Tarbiyah ingin memberikan sumbangsi melalui kegiatan Diskusi eksternal dan lintas OKP di Lingkungan IAIN Walisongo Semarang. Dalam rangka menformat kembali demokrasi yang ideal yang mampu memberikan kenyamanan bagi setiap elemen masyarakat  yang  tidak hanya bagi kepentingan masing-masing golongan sebagai arah perjuangan mahasiswa sebagai agen control social dan agen perubahan. Dengan tema POLEMIK KENAIKAN HARGA BBM”.

B. Tema
Dalam acara diskusi ini kami mengambil tema ” Polemik Kenaikan Harga BBM

C. Maksud dan Tujuan
  1. Merefleksikan status mahasiswa sebagai agen control social dan agen perubahan.
  2. Memformat kembali demokrasi yang ideal yang jauh dari kepentingan pribadi/ golongan.
  3. Menelaah kondisi Indonesia.
  4. Membangun soliditas antar OKP di lingkungan IAIN Walisongo Semarang.
  5. Mempererat hubungan silaturahmi antar OKP.

D. Out put / Manfaat Kegiatan
  1. Terefleksikannya status sebagai agen control social dan agen perubahan dalam diri mahasiswa.
  2. Terwujudnya demokrasi yang ideal bagi setiap elemen masyarakat.
  3. Mengetahui bagaimana kondisi OKP di lingkungan IAIN Walisongo Semarang.
  4. Terbangunnya soliditas antar OKP di lingkungan Walisongo Semarang.
E. Pelaksanaan
     Kegiatan ini dilaksanakan pada :
     Hari            : Rabu
    Tanggal       : 18 april 2012
    Waktu         : 16.00 WIB
    Tempat        : Graha Bina Insani lt.II Jl. Ringinsari II/06 Ngalian Semarang

F. Penyelenggara
Kegiatan ini diselenggarakan oleh bidang PTKP HMI Komisariat Tarbiyah

G. Bentuk Kegiatan
Kegiatan berbentuk Diskusi Interaktif antara pembicara dan peserta.

H. Sasaran Kegiatan
Kader OKP di lingkungan IAIN Walisongo Semarang.

I. Peserta, Pembicara, Moderator.
a.       Peserta. Peserta Diskusi adalah seluruh kader HMI di lingkungan Korkom Walisongo Semarang.
b.      Pembicara. Pembicara diskusi yaitu:
1.      Ketua Umum HMI Kom. Tarbiyah, M. Chaezam
2.      Ketua Umum PMII Rayon Tarbiyah, M. Busro Asmuni
3.      Formatur CDIS,
4.      Direktur srikandi, Malikhah
c.       Moderator : M. Nur Fadli

J. Artikel
            Pembicara membuat artikel yang relevan dengan ketentuan sebagai berikut:
1.      Tema artikel dibagi menjadi 4, yaitu:
1)      HMI Kom. Tarbiyah “Polemik kenaikan harga BBM, ditinjau dari segi Kapitalisme.”
2)      PMII rayon Tarbiyah “Polemik kenaikan harga BBM, ditinjau dari segi Hegemoni”
3)      CDIS “Polemik kenaikan harga BBM, ditinjau dari segi Elitis Politik”
4)      Srikandi “Polemik kenaikan harga BBM, ditinjau dari segi Mahasiswa Sebagai Agen Kontrol Sosial”
2.      Diketik rapi minimal 2 halaman kertas A4, 1,5 spasi, dikumpulkan hari selasa dalam bentuk softfile.
K. Penutup

Demikian term of reference ini kami buat sebagai acuan kegiatan yang dimaksud.

CP: Dewi muliana                   (085641243357)












  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

naskah Drama

Dompet dan Kursi

Tokoh;
1. Tokoh 1 (cowok)
2. Tokoh 2 (cewek)
3. Bu lurah
4. Mbah Dukun
5. Profokator (Fata)
6. Massa

SATU

Lampu menyala.
Dalam sebuah rumah. KURSI REOT, MEJA, cermin kecil nan usang. PINTU KAMAR. PINTU DAPUR. Pintu keluar masuk rumah. TOKOH 2 DUDUK SAMBIL MENJAHIT BAJU-BAJU YANG SOBEK. TOKOH 1 KELUAR KAMAR DENGAN TERGESA-GESA.

Tokoh 2
Mau kemana ,bang?
Tokoh 1
Mau kepangkalan ,dek. Siapa tau aja rame penumpang
Tokoh 2
(Berhenti menjahit) Pangkalan? Hah, tiap hari ke pangkalan terus. Kalo kaya gini, kapan kita bisa kaya, bang??? (berdiri dan berjalan menuju dapur)
Tokoh 1
(Mengancingkan Baju) Kaya itu relatif dek, yang penting itu bagaimana kita bersyukur atas rejeki ini. Dan yang paling penting lagi, aku setia sama kamu, dan kamu setia sama aku. Buat apa kita kaya ,kalau kita berdua selalu sibuk. sibuk bisnis ini, bisnis itu. berangkat pagi, pulang malam. Gak pernah ada waktu untuk bersama-sama. (sambil ngaca dan nyisir) Yang penting itu hidup sederhana, tapi bahagia. Iya to?
Tokoh 2
(keluar dari dapur dan membawakan kopi) Bahagia? Apa bahagia bisa bikin perut kita kenyang ?
(mengambil sapu) Aku malu bang! (sambil nyapu) Aku malu dengan tetangga-tetangga. lihat bu aini, dia pake gelang, pake kalung, pake cincin,bajunya juga bagus-bagus, apalagi tasnya, semua bermerk. Padahal abang tau, suami bu aini itu hanya seorang juragan tempe. dan Aku hanya bisa diam. saat mereka bercerita tentang prada, chanel, Gucci. Hah, sedangkan aku tidak tau apa-apa. (Mengembalikan sapu, duduk)
Tokoh 1
(iba ,mendekati istrinya) Ma’afkan abang dek. Abang memang bodoh. Abang memang miskin. Sehingga sampai saat ini abang masih belum bisa membahagiakanmu.
Dek, sesungguhnya… (ragu) ada sesuatu yang abang rahasiakan darimu
Tokoh 2
Apa bang? Abang selingkuh?
Tokoh 1
Astaghfirullah… bukan dek.
Abang.. em.. abang menemukan ini di jalan (mengeluarkan dompet). Tapi…..
Tokoh 2
(Tanpa basa basi tokoh 2 langsung menerkam dompet yg di pegang suaminya itu) Abang… (senang) dompet siapa ini bang? (membuka dompet)
Tokoh 1
Gak tau dek. Abang tidak tau siapa pemiliknya
Tokoh 2
Bagus!! (mengeluarkan uang) ahha,.. kata bapak guru, kalo dapat uang. Maka kita harus ingat 4 D. (mengamati uang) dilihat ,diraba, ditrawang. Dan….. di ciuummm. Hahahahahahaha
Tokoh 1
Jangan dek, itu bukan uang kita
Tokoh 2
(mendekati suaminya, ngrayu) Aduuuuh abang sayaaaang.. kita itu nemu ,bang,…. Jadi apa yang kita dapatkan sekarang ,ya…. jadi milik kita
Tokoh 1
(merebut dompet) Tiddak dek!! Ini tetap bukan hak kita. Kita Cuma diamanati sama gusti Allah saja dek. Dan kita wajib mengembalikan kepada yang punya
Tokoh 2
(marah) Abang!! Abang itu jangan bodoh deh, orang yang punya dompet ini pasti orang kaya. Dan mereka pasti tidak akan mencarinya!!
(ngrayu) Maka dari itu, terimalah rejeki itu bang. Itu rejeki dari langit untuk kita.
Tokoh 1
Tidak dek, lebih baik abang selamanya miskin .dari pada abang makan apa yang menjadi hak orang lain (bergegas keluar rumah)
Tokoh 2
Abbbaaaaaaangggg!!!
Lampu padam
DUA
meja kecil, tampah, bunga 7 rupa, tempat menyan, tikar dan sesaji-sesaji lainnya. ibu lurah duduk, dan mbah dukun komat kamit membaca mantera
  Mbah dukun
Bil kubal kabil… buto ijo untune njengil.. ireng cilik jengene upil,. Watu cilik jengene krikil,. Emmmm bil kubal kabil…
Bu lurah
(bingung dan diam)
Mbah dukun
Gawat bu lurah. Ini sangat berat
Bu lurah
(bingung) Kenapa mbah??
Mbah Dukun
Saingan ibu terlalu banyak
Bu lurah
Hemh.. maka dari itu saya kemari mbah. Saya gak mau tau, bagaimana caranya saya harus bisa bertahan menjadi ibu lurah di desa ini. Saya sudah terlalu banyak mengeluarkan uang mbah.
Mbah dukun
Saya tau bu, tapi ini sangat susah
Bu lurah
Pokoknya harus bisa mbah, saya akan bayar berapapun!!
Mbah Dukun
Owh tidak bissa… bukan masalah uang bu lurah
Bu lurah
Lalu apa??
Mbah dukun
Mahharrr.
Bu lurah
(marah) Sama sajjja
Mbah dukun
Ojjo nessu
Bu lurah
Sudah lah mbah, lakukan saja apa yang saya suruh!!
Mbah dukun
Wani piro??

LAMPU PADAM
TIGA
DI BALAI DESA. WARGA KUMPUL. BEBERAPA WARGA MEMBAWA KERTAS DENGAN CORETAN “TURUNKAN BU LURAH!!”. PAK FATA YANG KALAH DALAM PILKADES, BER ORASI DI DEPAN WARGA. DAN MENGHASUT WARGA
FATA
Bagaimana mungkin, desa kita tercinta ini bisa dipimpin oleh wanita?? Cuh, mana becus wanita memajukan desa kita??
WARGA 1
Maksud bapak apa?? Bukankah bu lurah selama ini baik-baik saja??
FATA
(tertawa sinis) Hahahaha lihat warga kita ini saudara-saudara, apakah dia tidak melihat? Bagaimana ketidak becusan bu lurah yang dia sayangi itu memimpin desa ini?? Bagaimana ketika BLT dibagSikan? Banyak warga miskin yang tidak mendapatkan haknya. Semua yang mendapatkan bantuan, hanya kerabat-kerabatnya yang jelas-jelas sudah lebih dari berkecukupan!! Apa itu yang dinamakan baik-baik saja??
WARGA
(sebagian warga yang care dengan bu lurah mulai terpengaruh)
FATA
Belum lagi dana-dana bantuan untuk perbaikan jalan desa, hemh saya yakin dia pasti sudah korupsi!!
WARGA
(berfikir dlm diam)
FATA
Sampai kapan kita diam?? Sudah waktunya kita turunkan lurah itu dan menggantinya dengan lurah yang baru.
Gimana saudara-saudara? Setuju??
WARGA
(terpengaruh) Setuju…
(salah satu warga) kalau begitu kita tidak usah tunggu berlama-lama.. ayo.. sekarang kita turunkan dia!!
MASSA MENUJU KANTOR KELURAHAN
FATA
Hai tikus berdasi, keluar kau!! Jangan hanya bersembunyi dibalik kekuasaanmu!!
WARGA RIBUT DENGAN STAF KELURAHAN. BU LURAH TAK KUNJUNG DATANG
TOKOH 1
(sedang mencari alamat pemilik dompet, tak sengaja lewat depan kelurahan. Berhenti karna terjadi keributan) Ada apa ini?? Kok banyak warga di depan kantor kelurahan?
BU LURAH
(keluar dan mencoba tenang) Bapak-bapak, ibi-ibu, tenang.. saya harap tenang. Ada apa ini sebenarnya pak, bu?? Ayo kita bicarakan secara baik-baik
FATA
(meludah) Cuh, apa yang bisa dibicarakan dengan baik-baik?? Sudahlah rikha., rakyat tidak butuh janji-janjimu itu!! Yang rakyat butuhkan itu bukti!!
BU LURAH
(tetap tenang) iya saya tau.. maka dari itu, mari kita bicarakan dengan baik-baik
FATA
Alaahh.. apa lagi yang bisa dibicarakan dengan baik-baik??
Bagaimana dengan dana BLT? Raskin? Bahkan kartu-kartu askespun hanya kau bagikan kepada kerabatmu saja!! Apa itu bisa dibicarakan secara baik-baik??
BU LURAH
(mulai takut) Oh, baik-baik,. Saya bersama staf saya berjanji akan mendata ulang biar semua bisa adil
ALASAN KEAMANAN, BU LURAH DI BAWA PERGI OLEH BODYGUARD-BODYGUARDNYA
FATA
Hah, apa ini? Bapak-bapak, ibu-ibu, ternyata kita di acuhkan!!suara rakyat tak lagi didengar!! Pemimpin macam apa itu??
SEMUA WARGA MARAH, RUSUH, BAHKAN SAMPAI ADU JOTOS DENGAN STAF KELURAHAN.
TOKOH 1
(mencoba melerai) hentikan!! Stop!! Jangan!!
TAK ADA YANG MENGHIRAUKAN. HINGGA DIA MENJADI KORBAN ANARKISME AKIBAT ULAH PARA ORANG-ORANG ATAS ITU! ORANG YANG JUJUR ITU AKHIRNYA MATI KARNA KESERAKAHEN YANG TELAH MENJAMUR DINEGRI INI.
LAMPU PADAM
DI IKUTI ILUSTRASI MUSIK NASIONAL.
SELESAI

naskah dibuat pada pertunjukan gernida 2011 sebagai bentuk aspirasi mahasiswa akan gambaran masyarakat Indonesia, antara moral dan kekuasaan



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

MENFORMAT DEMOKRASI KAMPUS YANG IDEAL

TERM OF REFERENCE (TOR)
DISKUSI LINTAS KOMISARIAT DI LINGKUNGAN HMI KORKOM WALISONGO SEMARANG YANG DISELENGGARAKAN
OLEH HMI KOMISARIAT TARBIYAH
“MENFORMAT DEMOKRASI KAMPUS YANG IDEAL”
A. Latar belakang
      Ketika berbicara tentang demokrasi, sering kali kita terbentur pada kenyataan di lapangan. Mengapa setelah melaksanakan demokrasi prosedural, kondisi birokrat kampus tak kunjung sembuh? Ini adalah pertanyaan penting ketika mendengar pujian yang dilontarkan  seiring berjalannya praktek pemilwa di kampus. Kiranya sudah banyak sekali  diskusi diadakan  utuk mencari jawaban. Maka pertanyaan-pertanyaan penting ini butuh segera jawabannya di saat kita ada pada kegembiraan merayakan pesta “DEMOKRASI” di lingkungan kampus yang banyak mendapat capaian-capaian dahsyat, disamping itu juga pencapaian yang memalukan.
Melihat itu, penggerak birokrat kampus umumnya cenderung menutupi segala problematika baik intern maupun ekstern tentang bagaimana sistematika kebijakan kampus. Meraka yang dulunya menggembor-gemborkan demokrasi, namun apakah arti dari demokrasi itu. Benarkah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, atau sudah mengalami distorsi orientasi menjadi dari rakyat, oleh golongan dan untuk pribadi. Ini yang sedang kami pertanyakan bagi kampus kami. Dimanakah demokrasi kita? Seperti apakah demokrasi yang ideal? Demokrasi yang mampu menjawab dari setiap nalar kritis mahasiswa. Dimana mahasiswa mampu mengaktualisasikan darinya dalam berbagai kegiatan dan kebijakan disamping bergulat dengan dunia keilmuan yang ditekuninya.
Hal itu ditunjukan demi memantapkan status yang dimilikinya sebagai agen sosial dan agen perubahan. Sejarah telah mencatat bagaimana sepak terjang mahasiswa sebagai garda terdepan perubahan di negeri ini. Sebagai contoh bisa kita lihat bagaimana perjuangan mahasiswa/pemuda dalam merebut kemerdekaan dan dalam era reformasi. Hal tersebut dikarenakan perjuangan mahasiswa terorganisir dengan apik dan mempunyai kesamaan visi dan misi. Sehingga mempunyai arah perjuangan yang jelas yaitu demi republik tercinta ini.
Namun sayangnya demokrasi mahasiswa pasca reformasi ini mengalami pergeseran yang sangat signifikan. Arah pergerakannya terkontaminasi dengan berbagai kepentingan yang meliputinya. Sehingga arah perjuangannya menjadi bisa dan terkotak-kotak sesuai dengan kepentingan masing-masing. Sebagai contoh mahasiswa hanya menggembar-gemborkan demokrasi seiring diadakannya pesta perayaan panggung demokrasi “pemilwa”. Usai perayaan itu, demokrasi hanyalah sebatas isapan jempol semata yang terasa tabu unutk dibicarakan.
Berangkat dari keperihatinan ini maka bidang PTKP HMI Komisariat Tarbiyah ingin memberikan sumbangsi melalui kegiatan Diskusi lintas Komisariat di Lingkungan Korkom Walisongo. Dalam rangka menformat kembali demokrasi yang ideal yang mampu memberikan kenyamanan bagi setiap elemen masyarakat kampus  yang  tidak hanya bagi kepentingan masing-masing golongan sebagai arah perjuangan mahasiswa sebagai agen control social dan agen perubahan. Dengan tema MENFORMAT DEMOKRASI KAMPUS YANG IDEAL”.

B. Tema
Dalam acara diskusi ini kami mengambil tema ” menformat demokrasi kampus yang ideal

C. Maksud dan Tujuan
  1. Merefleksikan status mahasiswa sebagai agen control social dan agen perubahan.
  2. Memformat kembali demokrasi yang ideal yang jauh dari kepentingan pribadi/ golongan.
  3. Menelaah kondisi demokrasi kampus di lingkungan IAIN Walisongo Semarang
  4. Membangun soliditas antar komisariat di lingkungan Korkom Walisongo.
  5. Mempererat hubungan silaturahmi antar komisariat.

D. Out put / Manfaat Kegiatan
  1. Terefleksikannya status sebagai agen control social dan agen perubahan dalam diri mahasiswa.
  2. Terwujudnya demokrasi yang ideal bagi setiap elemen masyarakat kampus.
  3. Mengetahui bagaimana kondisi demokrasi di lingkungan IAIN Walisongo Semarang.
  4. Terbangunnya soliditas antar komisariat di lingkungan Korkom Walisongo
E. Pelaksanaan
     Kegiatan ini dilaksanakan pada :
     Hari            : Rabu
    Tanggal       : 21 Desember
    Waktu         : 16.00 WIB
    Tempat        : Hotel Graha Insani lt.II Jl. Ringinsari II/06 Ngalian Semarang

F. Penyelenggara
      Kegiatan ini diselenggarakan oleh bidang PTKP HMI Komisariat Tarbiyah

G. Bentuk Kegiatan
Kegiatan berbentuk Diskusi Interaktif antara pembicara dan peserta dari seluruh kader HMI di Lingkungan Korkom Walisongo Semarang.

H. Sasaran Kegiatan
            Kader HMI di lingkungan Korkom Walisongo

I. Peserta, Pembicara, Moderator.
a.       Peserta. Peserta Diskusi adalah seluruh kader HMI di lingkungan Korkom Walisongo Semarang.
b.      Pembicara. Pembicara diskusi yaitu:
1.      Ketua Umum HMI Kom. Tarbiyah, M. Chaezam
2.      Ketua Umum HMI Kom. Iqbal, Sobilul Habib
3.      Ketua Umum HMI Kom. Syariah, Muhammad Tolkhah Mansur
4.      Ketua Umum HMI Kom. Dakwah, Jadhi Utomo
c.       Moderator : Mohamad Nur Ikhwan (wasekum PTKP Kom. Tarbiyah)

J. Artikel
            Pembicara membuat artikel yang relevan dengan ketentuan sebagai berikut:
1.      Tema artikel dibagi menjadi 4, yaitu:
1)      HMI Kom. Tarbiyah “Menformat demokrasi kampus yang ideal, dalam sudut pandang pendidikan.
2)      HMI Kom. Iqbal “Menformat demokrasi kampus yang ideal, dalam sudut pandang filsafat”
3)      HMI Kom. Syariah “Menformat demokrasi kampus yang ideal, dalam sudut pandang hukum”
4)      HMI Kom. Dakwah “Menformat demokrasi kampus yang ideal, dalam sudut pandang sosial”
2.      Diketik rapi minimal 2 halaman kertas A4, 1,5 spasi, dikumpulkan hari minggu dalam bentuk softfile.
K. Penutup

Demikian term of reference ini kami buat sebagai acuan kegiatan yang dimaksud.

CP:      M. Nur Ikhwan ,Dewi muliana      

di buat sebagai TOR diskusi lintas komisariat, oleh HMI komisariat Tarbiyah Walisongo Semarang       

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0